Thursday, July 18, 2019

30 Juni 2019


Dua tahun sembilan bulan, saya bekerja pada suatu perusahaan asing yang ada di indonesia. sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang retail electronic, furniture & home appliance. pada akhirnya semua harus berakhir karena saya menjadi bagian dari sebelas orang yang terkena PHK.


Monday, September 25, 2017

Albirru Abrisam Rayandiaz


Ya Allah terima kasih telah menitipkan mahluk kecil ini kepada kami berdua, ya Allah sang penguasa alam ini terima kasih atas sehat jasmani dan rohani yang sampai detik ini masih hamba nikmati. sehingga hambamu inipun bisa membagikan nikmat yang berikan untuk titipanMu ini.



Ya Allah terima kasih pula telah memberikan bidadari didunia ini yang setia menjaga saya dan selalu mengingatkan hamba dalam setiap jengkal langkah hambamu ini.





Monday, April 25, 2016

Usang

2 mei 2013 - 25 april 2016

sekarang saya telah menikah memilih wanita pujaan dari tanah jakarta, juga telah memiliki momongan seorang putra,.
sayapun sekarang bekerja diperusahaan kontraktor didaerah cileungsi.

dimulai dari jam 05.30- s/d selesai rutinitas dari senin hingga sabtu.
itu semua untuk kehidupan yang lebih baik.
 ini dia tersangka yang membuat saya selalu bersemangat untuk berangkat pagi.

 Albirru Abrisam Rayandiaz ( 17-6-15 )


Thursday, May 2, 2013

Monday, October 29, 2012

ayahku sang petarung_

masih dalam konsep tunggu dulu aja ya,,sabar ya

cucu nyelow

  • Kakek : Cu, buruan sembunyi, itu ada Bu Guru dateng ke rumah. Kamu kemarin bolos  kan??
    Cucu : Nggak ah, kakek aja yang sembunyi...
    Kakek : Loh kok?? Kan kamu yang bolos tiga hari. Kok kakek yang sembunyi??
    Cucu : Iya, aku izin sama Bu guru kalau kemarin itu kakek meninggal!
    Kakek : ^^$#%^%&*^*%$#^

Monday, January 9, 2012

wanita berjilbab di mata

‎#1: Dari sekian banyak macam perempuan, ditatap perempuan berjilbab adalah satu terkuat yang bikin salting. Kalo gue sih gitu, kalo gue ya...


‎#2: Dan kalo diliatin cewek berjilbab, itu kadang gue sampe yang kayak.. "eya ampun, gue salah apaan?" *uwel-uwel baju* gitu..


‎#3: Dan cewek berjilbab itu kalo natap gue selalu cuma sebentar. Ngeliat, nggak lama, trus berpaling, kayak mau istigfar dalem hati gitu. Beuuh sedap gak tuh?!


‎#4: Dan yang gue suka, jilbab itu bukan sekadar fesyen, tapi juga komitmen. Nah, itu kalo cewek udah bisa komitmen, memimpinnya pun tenang. ;)


‎#5: Kadang cowok tuh pinter.. Cari cewek yang seksi-seksi buat dipacarin, giliran cari istri, baru yang berjilbab. Alhasil, yang seksi cuma sejarah. :p


‎#6: Makanya buat bro-bro yg punya cewek, ini saran aja, cewek lo suruh pake jilbab! Itu hal yang baik untuk belajar berkomitmen.


‎#7: Kalo menurut gue, berjilbab itu ingin tampil cantik di mata Tuhan dulu. Iya nggak sih, wahai jilbabers?! Ya yang gue tangkep di sini sih, menutup aurat itu menarik perhatian Tuhan, sedang memperlihatkan aurat itu menarik perhatian laki-laki. Bener?!


 #8: Tapi biar bagaimana, ya perempuan tetep perempuan. Baik yang berjilbab atau yang berbikini, keduanya ingin dimengerti. ;)


‎#9: dan ya jangan cuma berjilbab aja. Sholat juga musti. Karena memegang kepercayaan Tuhan itu nggak mudah, jadi kamu harus ingat bersyukur dan berdoa. ;)


‎#10: Biar bagaimana, cowok tetep cowok, kita tertarik dengan fisik perempuan. Dan faktanya, jilbab tidak menutup kecantikan, melainkan melindunginya..


‎#11: Apalagi sekarang jilbab banyak model-modelnya. Ada yang segala gaya Maroko, Turki,.. Beuh, jadi pada tambah cakep dah kamyu.. :p


‎#12: Yang nggak pake jilbab juga baik kok.. Bedanya cuma sedikit lebih menggoda, lebih mudah ditelanjangi di dalam pikiran laki-laki. Ya setidaknya menurut gue sih gitu..


‎#13: Biasanya gue ngeliat cewek dari caranya merawat dan menata rambut. Tapi kalo cewek berjilbab, mereka merawat dan menata pikiran gue. 

Wednesday, December 21, 2011

buat bokap nyokap ane...[maaf]


  • Disaat aku tua, bukan lagi diriku yang dulu
    Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
  • Disaat aku menumpahkan sayuran di bajuku, Disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu
    Ingatlah saat bagaimana aku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya
  • Disaat aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu
    Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Dimasa kecilmu, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah aku ceritakan ribuan kali, hingga dirimu terbuai dalam mimpi
  • Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku
    Janganlah menyalahkanku, ingatkah dimasa kecilmu bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
  • Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern
    Janganlah menertawaiku, renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan disaat itu
  •  Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan
    Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku, bagaikan dimasa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
  • Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita
    Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya, sebenarnya topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, aku telah bahagia
  • Disaat engkau melihat diriku menua, jangan bersedih
    Maklumilah diriku, dukunglah aku, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan

"Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu, aku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu"

Thursday, December 8, 2011

Kebohongan Holocaust


Selain Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, belum pernah ada tokoh di dunia yang berani secara terang-terangan mengatakan keberadaan holocaust hanya sekedar mitos. Sebab, bagi banyak orang, khususnya di Barat dan Eropa, menolak keyakinan keberadaan Holoucaust bisa dianggap sebagai anti semit’ dan sebuah pelanggaran tidak sepele.

Holocaust, yang diklaim kaum Yahudi sebagai peristiwa pembantaian oleh Nazi Jerman di bawah Adof Hitler di masa Perang Dunia II -kaum Yahudi juga menyebutnya sebagai the final solution- dan dianggap menyebabkan lebih dari enam juta kaum Yahudi dibantai’ di ruang gas di kamp-kamp Auschwitz tak lain hanyalah kebohongan’ tergoranisir dan tercanggih di abad ini.

Kecuali orang tak tidak waras, bagi kebanyakan orang normal, meyakini lebih dari enam juta kaum Yahudi disiksa dan dibantai adalah sulit dinalar. Bagi yang percaya propaganda murahan seperti ini, membantai jutaan orang -secara matematis membutuhkan 137 orang perjam-nya untuk dibantai-adalah omong kosong yang tak bermutu. Sebab, selama Perang Dunia II, hanya ada segelintir kamp-kamp di Jerman. Selain itu, kota Austchwitz adalah kota kecil. Seharusnya Jerman harus menyediakan ratusan kamp di kota kecil itu.

Bahkan selama 6 hari pada Oktober 1999, sebuah tim Australia yang dipimpin oleh Richard Krege -seorang insinyur elektronik terkemuka- melakukan pengujian terhadap tanah pada bekas kamp Treblinka II di Polandia, di mana para sejarawan Holocaust meyakini jutaan orang Yahudi dibunuh di kamar gas kemudian dikubur secara massal, tak mendapatkan bukti apapun, kecuali kebohongan.

Untuk yakin bahwa jumlah Yahudi di Eropa selama 60 tahun lalu melebih enam juta jiwa (sedangkan saat ini jumlah keseluruhan populasi hanya berkisar 20 juta jiwa) diperkirakan hanya bisa diwakili orang-orang yang ?tidak sehat’ berfikir.

Lantas bagaimana bisa cerita lelucon ini bisa “menyihir” jutaan orang dan Negara-negara besar di Barat dan Eropa? Panjang ceritanya. Lagi-lagi, tak jauh dari ?teori konspirasi’ (meski hal-hal seperti ini sering dianggap isapan jempol semata).

Sejak mendirikan negara tahun 1948 dengan merampas tanah Palestina, Israel tidak begiku dianggap penting di dunia. Bahkan ketika Israel ikut bersekutu dengan Perancis dan Inggris menyerang Mesir tahun 1956 yang membuat semenanjung Sinai jatuh, Israel tetap tak dianggap berarti.

Bahkan Amerika Serikat (AS) kala itu lebih memilih “Negara Arab” untuk menjaga hubungannya karena dianggap lebih menguntungkan secara politis di masa depan.

Yahudi -dalam hal ini Holocaust- tiba-tiba dianggap begitu penting bagi pemerintahan Amerika khususnya, setelah ia berubah menjadi ?industri politik’ yang digunakan untuk memeras dolar.

Sampai-sampai banyak warga Amerika yang lebih mengenal Holocaust dibanding sejarah penting mereka sendiri seperti peristiwa Pearl Harbor, di mana sejarah jatuhnya bom atom oleh Jepang. Bahkan hingga hari ini, tak ada penghargaan lebih tinggi melebihi Holocaust di Amerika Serikat (AS).

Begitu dahsyatnya “sihir” Holocaust, sampai-sampai bagi yang tak mengakui -termasuk yang menolak dan mengingkarinya-harus berhadapan dengan penjara. Tak kurang dari beberapa ilmuwan penting seperti; Robert Faurisson, Profesor Roger Garaudy (Perancis), David Irving (Inggris), Ernest Zandel (Kanada), Gatsom Amadeus (Swiss), George Ashley (AS), Dr. Joel Heyward (New Zealand), kesemuanya harus menjalani hukuman atas keberanian mereka menentang fakta adanya “kebohongan” Holocaust.

Buku ini merupakan salah satu buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika. Penulisnya adalah Norman G. Finkelstein membuktikan sendiri kebenaran skandal bernama Holocaust. Sebuah fakta sejarah yang tiba-tiba berubah menjadi “industri politik” dan bisa memeras berbagai negara, terutama Amerika Serikat. Termasuk pemerasan bank-bank Swiss. Sang penulis, Norman G. Finkelstein -yang mengalami sendiri peristiwa itu, karena berdarah Yahudi-membuktikan banyak kebohongan yang kini terus-menerus dipaksakan ke seluruh penjuru dunia. Setidaknya, buku ini teramat penting bagi yang silau oleh tipu daya Yahudi.

Sebagaimana kata koran The Times, “Buku ini meneriakkan skandal. Ini adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras.

Tuesday, December 6, 2011

Asyura Dalam Muslim

Sejarah selalu punya sisi ironi. Entah siapa yang memulai, ada semacam ‘kearifan’ untuk menyikapi sejarah dengan santun; mengingat yang baik-baik saja dan berusaha mengubur dalam-dalam kisah yang mencederai ‘kebaikan’nya. Tapi sejarah tidak selalu menyajikan kronik yang berakhir indah, terutama bagi pihak yang konon terkalahkan. Jauh di dalam ingatan penerusnya, mereka merawat kenangan berbeda dari yang disajikan sejarah. Sejarah memang selalu punya sisi ironi. Dan tragisnya, keyakinan hidup kita banyak terbentuk karena pergumulan kita dengan bacaan sejarah itu! Asyura, salah satu hari ‘suci’ bersejarah dalam agama Islam, juga agama-langit lainnya, tak lepas dari konteks yang melahirkan dua wajah berbeda. Penamaan ‘asyura’ sendiri merujuk ke bahasa arab, asyarah yang berarti sepuluh. Namun secara terminologis dikatikan khusus kepada 10 Muharram.

  Wajah Sukacita Asyura 
 Dalam banyak tradisi agama, puasa memang dimaksudkan sebagai ungkapan atau peringatan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas ‘kebaikan’ yang diberikanNya. Juga, terkadang sebagai ibadah untuk ‘mengambil hati’ sang Maha Agung agar memberikan ampunan dan barokah bagi umat yang melaksanakannya. Pun demikian dengan puasa pada hari asyura. Banyak riwayat yang mengungkapkan bahwa puasa ini di ‘syariat’kan sebagai ungkapan suka cita, dari jaman umat nabi Nuh as hingga Muhammad saw. Sepanjang pekan lalu dan mungkin akan terus berlangsung hingga 10 Muharram tiba, banyak pesan dakwah berseliweran di email, twitter dan facebook, mengingatkan pentingnya melaksanakan puasa sunnah Asyura pada tanggal 9-10 Muharram. Pesan baik itu berbunyi bahwa barang siapa berpuasa pada 9-10 Muharram atau besok (Senin & Selasa) itu seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 2 tahun, dan siapapun yang mengingatkan orang lain hal ini seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 80 tahun. Asal muasalnya berikut ini. Diceritakan dalam beberapa sumber bahwa awalnya puasa Asyura ini hanya dikerjakan oleh Nabi Muhammas SAW sendiri. Kemudian setelah itu Nabi memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Setelah Ramadhan diwajibkan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan lagi, cuma menganjurkan saja. (HR. Bukhari: 3/454, 4/102, 244, 7/147. Muslim: 2/792, dll). Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah berpuasa hanya pada tgl 10 Muharram saja, kemudian ‘berkeinginan’ menambah puasa pada tgl 9 untuk menyelisihi orang-orang Yahudi yang juga berpuasa pada setiap tgl 10 (mungkin yang dimaksud adalah Yom Kippur, 10 bulan Tishrei, Day of Atonement/Hari Pembalasan) . (Fathul-Baari 4/245). Namun puasa tanggal 9 Muharram ini tidak pernah dilaksanakan karena beliau SAW keburu dipanggil Allah azza wa jalla.”(HR: Muslim 2/798).

  Mitos-mitos di seputar Asyura 
Konon, bertepatan dengan 10 Muharram ini ada banyak kejadian yang terjadi di umat-umat terdahulu semisal; Allah SWT menerima taubat nabi Adam as, Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar, Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz, Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemua dengan Nabi Yusuf pada hari Asyura, Nabi Musa selamat dari pasukan Fir’aun saat menyeberangi Laut Merah, dan Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal. Disamping itu, ada banyak lagi kisah yang berbau mitos melekat pada peringatan 10 Muharram ini, seperti bahwa pada hari yang sama merupakan hari awal Allah SWT menciptakan Luh Mahfuz dan alam semesta, menurunkan Rahmat/hujan, membangun ‘Arasy, juga hari dimana Allah SWT mencipta malaikat agung Jibril as. Adalah seorang ahli hadist asal Pakistan, Mufti Taqi Uthmani, dalam situs http://www.albalagh.net mempersoalkan anggapan yang mengaitkan berbagai kisah besar dibalik tanggal 10 Muharram ini. Tidak ada satupun ayat dalam al-Qur’an atau riwayat hadist shahih yang membenarkan bahwa kejadian supranatural atau mujizat para nabi di zamannya itu terjadi pada tanggal 10 Muharram, apalagi dikaitkan dengan hari pertama Allah SWT menciptakan alam, jibril, atau arsy’. Disamping bermasalah dari sisi teologis dan filosofis, pengaitan berbau mitos ini juga sangat meragukan dari sisi telaah hadist. Karenanya Mufti Taqi Uthmani yang juga mendalami tasawwuf menyatakan banyaknya mitos dan kesalahan yang melekat pada peringatan Asyura tanpa ada landasan syariah yang otentik. Hadist yang dikumpulkan oleh Imam Bukhari yang menjadi rujukan utama dilembagakannya puasa asyura juga bukan bebas dari kritikan. Bunyi hadist terkenal itu sebagai berikut: “Dari Ibnu ‘Abbas, ketika Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah dia melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Nabi saw. bertanya: ‘Apakah ini?’ Orang-orang Yahudi berkata: ‘Ini hari yang balk. Pada hari inilah Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa a.s. berpuasa pada hari itu.’ Kata Nabi saw.: ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’ Maka Nabi pun melakukan puasa dan menyuruh orang untuk melakukannya juga Hadist ini diriwayatkan oleh Ibn Abbas pada saat Rasulullah SAW tiba di Madinah selepas melakukan perjalanan hijrah dari Mekka. Namun, dari telaah sejarah hidup para sahabat diketahui bahwa Ibn Abbas sendiri pada saat peristiwa hijrah terjadi baru berusia 3 tahun dan masih menetap di Mekka bersama orang tuanya. Bagaimana mungkin Ibn Abbas meriwayatkan hadist saat beliau masih balita dan berada ratusan kilometer dari sisi Nabiullah SAW? Juga, sekira nabi melihat umat yahudi berpuasa asyura saat itu, bukankah umum dipahami bahwa saat Nabi hijrah itu terjadi pada bulan Rabiul Awal, bukan Muharram? Bagaimana mungkin orang berpuasa 10 Muharram pada bulan Rabi`ul Awwal? Selain itu, hadist-hadist yang menjadi rujukan awal penerapan puasa asyura ini sepertinya saling bertentangan. Riwayat dari Aisyah ra menyatakan bahwa Nabi menjalankan puasa asyura ini sejak jaman jahiliah, sementara hadist Ibn Abbas di atas menyebutkan bahwa Rasulullah menjalankan sejak hijrah, ada juga hadist versi lain dari Muawiyah yang menyebutkan bahwa puasa asyura dijalankan selepas haji wadha dan setahun kemudian beliau wafat tanpa sempat menjalankannya. Logika awam menyatakan bahwa tidak mungkin tiga-tiganya benar, meski seluruhnya ternyata dikumpulkan dalam kumpulan hadist terpercaya yang disusun oleh Bukhari.

  Tradisi “Pesta” di Hari Asyura 
Terlepas dari kontroversinya, sebagian besar umat Islam sunni di nusantara dan seluruh dunia menyambut asyura dengan sukacita. Selain berpuasa, mereka juga melakukan berbagai perayaan untuk menyambut hari mulia ini. Suku Banjar di Kalimantan merayakan hari Asyura dengan membuat bubur Asyura yang terbuat dari beras dan 41 macam bahan campuran yang berasal dari sayuran, umbi-umbian dan kacang-kacangan. Bubur Asyura tersebut akan disajikan sebagai hidangan berbuka puasa sunnah di Hari Asyura. Tradisi peringatan asyura juga dikenal dalam budaya jawa yang berpusat di kraton Yogyakarta dan Surakarta. Dimulai sejak 1 Muharram yang di-jawa-kan menjadi 1 Suro, pihak kraton mengawali tradisi ‘Mubeng Beteng’ atau berjalan mengitari benteng Kraton membawa benda-benda pusaka. Tetangga dekatnya, Kraton Kasunanan Solo, juga melakukan perayaan yang sama, menggelar kirab mengelilingi kraton dan ruas jalan protokol sejauh tujuh kilometer membawa sejumlah pusaka dan tujuh ekor kerbau Kyai Slamet. Warga meyakini kirab benda pusaka dan kerbau Kyai Slamet memiliki nilai mistis yang tinggi. Mereka berharap, tuah pusaka yang di arak keliling akan mendatangkan berkah. Di Lereng Gunung Merapi, perayaan asyura ditandai oleh ribuan warga yang menggelar nasi tumpeng saat ritual sedekah gunung digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Warga percaya, dengan memakan nasi tumpeng dari acara ritual sedekah gunung itu kehidupan mereka bisa aman dari ancaman erupsi gunung merapi. Sementara di Sleman, warga menggelar lomba memasak nasi kebuli berhadiah kambing. Sajian nasi kebuli mengandung pengharapan dikabulkannya segala keinginan warga. Makna itu berasal dari kata kebuli yang berasal dari bahasa Arab yaitu qobuli yang berarti terkabul. Di belahan dunia lain, kebiasaan umat islam di Mesir menyantap kue puding Asyura yang dihidangkan setelah makan malam pada hari Asyura. Puding asyura ini dibuat khusus dari bahan gandum dengan tambahan kacang, kismis, dan air mawar. Hidangan yang hampir mirip juga disajikan di Turki, yang di sana disebut sebagai kue Ashure atau puding nabi Nuh, merujuk kepada peringatan bebasnya umat nabi Nuh dari bencana banjir dahsyat. Konon ketika Bahtera Nuh akhirnya bersandar di Gunung Ararat di timur laut Turki, keluarga nabi Nuh hendak merayakannya dengan hidangan khusus. Namun persediaan mereka hampir habis, kecuali biji-bijian, buah-buahan kering dan sejenisnya. Akhirnya bahan itu dimasak bersama-sama dan terciptalah puding Ashure yang kemudian menjadi kuliner khas dari Turki.

  Peristiwa Karbala: Wajah Duka Asyura 
 Kalau sebagian umat islam merayakan kesyukuran dan suka cita menyambut 10 muharram dengan berpuasa asyura dan berbagai macam pesta makanan, maka keadaan sangat berbeda terjadi pada ummat syiah. Umat syiah sering menyebut diri mereka sebagai pengikut mazhab ja’farian (merujuk ke Imam syiah ke-6 Imam Ja’far Shadiq yang mengukuhkan dasar-dasar teologis dan fiqh Syiah) atau mazhab ahlul-bayt (ahlul bayt: keluarga nabi Muhammad SAW dari keturunan Imam Ali bin Abi Thalib as – Fatimah). Bagi umat syiah, hari Asyura pada 10 Muharram diperingati sebagai hari duka cita yang sangat mendalam. Duka cita ini merujuk ke sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 10 Muharram 61H/680M. Pada hari naas itu, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu kesayangan Rasulullah SAW dibantai bersama 72 anggota keluarganya di padang Karbala, sebuah padang gersang menjelang Kufah, dalam sebuah peperangan tak seimbang melawan balatentara Ubaidillah Ibn Ziyad yang berjumlah 100ribu serdadu. Peperangan ini bermula dari sikap Imam Husayn yang menolak membaiat Yazid bin Muawiyah. Setelah Mu’awiyah mati, gubernur Madinah kala itu, Walid bin ‘Utbah, menerima perintah untuk memaksa Imam Husayn as membaiat Yazid. Namun Imam Husayn menjawab tegas, “Yazid adalah penenggak minuman keras dan fasik yang menumpahkan darah tanpa hak, penebar kerusakan, dan tangannya telah ternodai oleh darah orang-orang tak bersalah. Orang seperti saya tidak akan pernah membaiat orang bejat seperti ini.” Salah satu ungkapan lain Imam Husayn sebelum terbunuh dalam peristiwa ini berbunyi “jika saja agama datukku Muhammad tidak akan lestari kecuali dengan kematianku, maka biarkan pedang mengoyak-ngoyak tubuhku hingga terserak”. Dalam peperangan tragis itu, tentara suruhan Yazid bin Muawiyah itu berhasil membunuh semua rombongan Imam Husayn dan menjadikan keluarga beliau yang terdiri dari para wanita dan anggota keluarga yang sakit termasuk Imam Ali Zainal Abidin as yang kelak menjadi Imam Syiah pengganti Imam Husayn, sebagai tawanan dan pampasan perang. Tubuh Imam Husayn sendiri tak luput dari pembantaian, kepala beliau dipenggal dan tubuhnya dikoyak-koyak oleh kuda tunggangan pasukan Syimr bin Dzil Jausyan. Kepala Imam Husayn yang dipenggal itu kemudian diarak beserta keluarga yang dijadikan tawanan perang, dipertontonkan kepada penduduk di Kufah dan Damaskus, dan kemudian menjadi ‘hiasan’ di istana Yazid bin Muawiyah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Yazid sempat menusuk-nusuk kepala cucu Rasulullah SAW itu dengan tombak di hadapan menteri-menterinya. Peristiwa pembantaian Imam Husayn di Karbala ini tercatat baik dalam sejarah, baik sunni maupun syiah. Bahkan kronik syiah merekam detail peristiwa itu sejak Imam Husayn dan rombonganya melakukan perjalanan dua bulan dari Medina, singgah di Mekka dan berakhir di Karbala.

  Tradisi Majelis Duka 
 Peringatan Asyura yang berwajah duka ini juga menghadirkan banyak tradisi. Berbeda dengan umat Sunni yang merayakannya dengan berpuasa, umat syiah menyambutnya dengan kesedihan, menolak berpuasa apalagi melakukan pesta. Dalam salah satu pesan Imam Rida as, imam ke-8 Syiah, menyatakan bahwa hari asyura adalah hari berkabung, tidak boleh ada perayaan yang berbau duniawi. Dalam tradisi Syiah, menjelang peringatan pembantaian Karbala yang biasanya dimulai sejak awal Muharam, para penganut Syiah berkumpul di mesjid-mesjid, atau sebuah tempat khusus yang didirikan khusus untuk peringatan Asyura yang disebut sebagai “Imambargah” dan Hussainia. Para jamaah Syiah berkumpul di Masjid atau Imambarga untuk merayakan hari berkabung itu, membacakan puisi atau cerita kepahlawanan dan kesyahidan Imam Husayn, meratapi dan berduka sambil sesekali memekikkan lirih nama “Ya Hussain.” Saat majelis duka ini berlangsung, para ulama memberikan khotbah yang menceritakan kepribadian Imam Husain dan posisinya dalam Islam, termasuk sejarah pemberontakan suci yang dilakukannya. Di negara-negara Arab seperti Irak dan Libanon, juga di Indonesia dibacakan kisah rinci pembantaian karbala yang populer disebut sebagai Maqtal al-Husayn. Bahkan di beberapa tempat, seperti Iran, Irak, Pakistan, juga dilakukan rekonstruksi Pertempuran Karbala untuk memberikan gambaran utuh bagaimana penderitaan dan kesyahidan Husain di tangan serdadu Yazid.

  Tradisi Tabot : Wajah Asyura di Bengkulu
Di Indonesia, terutama di sebelah selatan Sumatera, perayaan kesedihan memperingati terbunuhnya Imam Husayn juga ditradisikan secara turun temurun. Kita mengenal tradisi Tabot, yang lazim diadakan di Bengkulu dan Minangkabau. Tabot merupakan upacara tradisional khusus untuk memperingati kesyahidan Imam Husayn yang pertama kali dilaksanakan oleh Syeh Burhanuddin atau Imam Senggolo pada tahun 1685. Syeh Burhanuddin (Imam Senggolo), kemungkinan berasal dari Hadramaut Yaman dan masih keturunan Imam Ali bin Abi Thalin, menikahi wanita Bengkulu dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot. Upacara Tabot dilaksanakan dari 1 sampai 10 muharram setiap tahun. Tradisi lain yang mengiringi Tabot adalah upacara mengambil tanah, dilakukan dari 1 sampai 4 Muharram. Upacara ini diasosiasikan sebagai rekonstruksi Imam Husayn memulai mendirikan kemah di Karbala, menjelang peperangan. Kemudian ada acara Duduk Penjah pada 5 Muharram. Upacara Menjara dari tanggal 5 sampai 6 of Muharram. Upacara Anak Jari-Jari dan Sorban, dari 7 sampai 8 Muharram. Arak Gedang, 9 Muharram hingga hari Pembuangan Tabot, 10 Muharram. Semua upacara ini merupakan rekonstruksi peristiwa Karbala.

  Dua Wajah, Dua Keyakinan 
 Itulah dua wajah Asyura, dua wajah yang saling bertolak belakang. Dua wajah yang kemudian melahirkan dua keyakinan berbeda, satu merayakan dengan suka cita, yang lain dengan kesedihan mendalam. Dua penyikapan berbeda itu memiliki landasan sejarah yang berbeda pula, dan hampir pasti membentuk dogma keyakinan yang kemudian berputus jalan. Keyakinan yang berputus jalan itu hampir pasti punya keterikatan konteks dengan peristiwa politik yang menyertainya. Pada saat kesedihan memuncak di pihak imam Husayn dan keluarganya, di saat yang sama pihak Yazid dan serdadunya merayakan dengan suka cita. Konon, kemudian setelah peristiwa tragis Karbala, untuk melegitimasi rasa sukacita Yazid maka diperintahkanlah ulama-ulama bayaran Umayah untuk meriwayatkan hadist-hadist yang melegitimasi puasa asyura, puasa sukacita. Hingga 40 tahun selepas Karbala, para ulama di masa kekuasaan Bani Umayah diperintahkan untuk mengutuk Imam Ali dan keluarganya diatas mimbar-mimbar mesjid mereka. Disebarkan pula hadist-hadist yang mencela keluarga Nabi. Hadist-hadist yang dilahirkan, dengan sokongan kekuasaan tentu kemudian lebih kuat di-sahih-kan daripada hadist-hadist yang diriwayatkan oleh pihak keluarga Imam Husayn yang saat itu tak pernah lepas dari jajahan dan pengawasan penguasa Umayah. Rasulullah saw suatu kali bersabda: “Sejumlah besar hadis palsu akan diceritakan atas namaku sesudah aku wafat, dan barangsiapa berbicara bohong terhadapku, ia akan dimasukkan ke neraka.” (Al Bukhari jil 1 hlm 38, jil 2 hlm 102, jil 4 hlm 207, jil 8 hlm 229. Abu Dawud jil 3 hlm 319-320, AtTirmidzi dan Ibnu Majah juga ada). Dua ratus tahun kemudian jumlah hadis pasca Nabi wafat telah berjumlah jutaan (H. Fuad Hashem, Sirah Muhammad Rasulullah, Bandung: Mizan, hlm. 24-26). Pengumpul hadist termasyhur, Imam Bukhari sempat menemukan 600.000 hadis, dan kemudian memilah hadish yang terpercaya menjadi hanya 2761 hadis aja (Tarikh Baghdad jil 2 hlm 8, al irsyad as sari jil 1 hlm 28, Shifatu’s Shafwah jil 4 hlm 143). Hal yang paling menyedihkan, dalam kutipan pesan ‘baik’ yang diutarakan di awal tulisan ini, berpuasa pada hari asyura seolah-olah akan diganjar pahala ibadah selama 80 tahun. Masa 80 tahun ini, kita ketahui adalah masa kekuasaan Bani Umayah, dari terbunuhnya Imam Hasan as dan naiknya Muawiyah bin Abi Sofyan ke tampuk kekuasaan di tahun 50H/669M hingga berakhir di ajal Marwan II tahun 750M. Sejarah memang menyisakan banyak ironi, dan betapa sedihnya jika hal yang ironis kemudian mengkristal dalam keyakinan kita semua. Masya Allah!

Wednesday, November 9, 2011

Malahayati

Ketika semua tangan terpaku didagu Ragu untuk memulai segala yang baru Lirih terdengar suara ibu Memanggil jiwa untuk maju Dari tanahmu hei Aceh Lahir perempuan perkasa Bukan hanya untuk dikenang Tapi dia panglima laksamana jaya Memanggil kembali untuk berjuang Dia Perempuan Keumala Alam semesta restui Lahir jaya berjiwa baja Laksamana Malahayati Perempuan ksatria negeri Tinggal kubur kini hening sepi menanti Langkah langkah baru tunas pengganti Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri Ditanganmu kini jiwa anak negeri Dia Perempuan Keumala Alam semesta restui Lahir jaya berjiwa baja Laksamana Malahayati Perempuan ksatria negeri

Monday, September 12, 2011

pengorbanan

Ada seorang wanita buta. Semua orang membenci dia, kecuali kekasihnya. Wanita itu selalu berkata, “Saya akan menikahimu saat saya bisa melihat.” Suatu hari, ada orang mendermakan mata kepada wanita itu. Akhirnya wanita itu dapat melihat. Dengan segera, dia pergi menemui kekasihnya. Tetapi, ketika dia melihat kekasihnya, dia merasa sungguh terkejut karena kekasihnya juga buta. Kekasihnya bertanya, “Sudikah kamu menikah denganku sekarang?” Tanpa sebuah alasan, wanita itu menolak. Kekasihnyapun tersenyum dan berlalu pergi sambil berkata. “Tolong jaga mata saya baik-baik…”

Saturday, June 11, 2011

to mom N dad

Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?

Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk meluangkan waktu untuk berbincang dengan ayah ibu kita?

Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah dan ibu kita dalam kesepian.

Kita biasanya lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah, jika dibandingkan dengan pacar kita.

Kita pastinya lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan keadaan orang tua kita?, apakah orang tua kita sudah makan atau belum?, apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum?

Kalau memang demikian, coba kita renungkan kembali……

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Berita Seputar Persipura Jayapura || Info Persipura: Pesta Kemenangan Akan Dibuat Sangat Meriah

Berita Seputar Persipura Jayapura || Info Persipura: Pesta Kemenangan Akan Dibuat Sangat Meriah: "  Pesta kemenangan Persipura Jayapura dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini akan dibuat mirip pesta kemenangan Barcelona ..."

Friday, May 13, 2011

kursi parlemen di beberapa negara maju....

PARLEMEN AMERIKA SERIKAT
Tidak ada kursi khusus untuk setiap anggota parlemen di Gedung parlemen AS (House of Representatives), yang ada hanya bangku panjang berbentuk semi-melingkar dan dipisahkan oleh sandaran tangan untuk setiap anggota parlemen. Meja tidak disediakan, kecuali di bagian tengah. Alhasil dokumen pun harus dipangku.
Desainnya memang kalah nyaman dibanding ruang sidang DPR kita, tetapi anggota parlemen Amerika tahu mereka berada di sana untuk bekerja, bukan untuk tidur.


PARLEMEN INGGRIS RAYA
Ruang sidang parlemen Inggris Raya (House of Common) sangat sempit dibandingkan ruang sidang DPR kita. Jika Anda amati foto di atas, semua anggota parlemen duduk berhimpitan seperti dalam bis kota. Tidak ada satu kursi untuk satu anggota dewan, melainkan hanya bangku panjang untuk diduduki bersama-sama. Tidak ada meja. Semua dokumen diletakkan di pangkuan. Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin ada anggota dewan yang tertidur.


PARLEMEN JERMAN
Ruang sidang Parlemen Jerman (Bundestag) yang baru lebih mirip kantor yang modern ketimbang ruang sidang parlemen yang biasanya didominasi nuansa klasik. Pada foto di atas, Anda bisa lihat pilihan desain kursinya. Sangat sederhana, persis seperti kursi yang digunakan di perkantoran. Dengan postur orang Jerman yang tinggi besar, bisa dipastikan tidak ada anggota parlemen yang bisa menyandarkan kepala di kursi itu. Alhasil, tidak akan ada yang tertidur ketika bersidang.


PARLEMEN RUSIA
Sekilas memang nampak nyaman duduk di kursi parlemen Rusia. Tapi dengan posisi duduk rapat dan bersebelah-sebelahan seperti itu rasanya gak enak banget sama temen disebelah kalo sampe tertidur.





PARLEMEN JEPANG
Ini nih yg paling bagus... Kursi parlemen Jepang nampak sangat tidak nyaman untuk diduduki. Udah tanpa sandaran tangan, sandaran belakangnya pun sangat rendah, gak sampe pundak, sehingga gak mungkin buat nyandarin kepala. Duduknya pun rapat sampe bahu ketemu bahu dengan temen sebelah..


PARLEMEN INDONESIA

otak yang telah berusis 2.500 tahun

Metrotvnews.com, London: PENEMUAN fosil berupa tengkorak manusia yang hidup ribuan tahun lalu, bukan lagi merupakan hal mengejutkan. Namun, akan berbeda jika di dalam fosil tengkorak tersebut terdapat otak!

Penemuan mengejutkan ini terjadi Inggris. Otak yang sudah mengerut, kekuningan, dan menyusut tersebut ditemukan di dalam sebuah fosil tengkorak manusia yang diperkirakan hidup 2.500 tahun lampau.



Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana otak yang merupakan organ yang sangat rapuh dapat bertahan begitu lama. "Ini sesuatu yang luar biasa mengetahui otak seseorang yang telah meninggal ribuan tahun yang lalu bisa bertahan hanya di tanah basah," kata Sonia O'Connor, peneliti di University of Bradford.

Menurutnya, penemuan ini sangat mengejutkan karena ketika seseorang meninggal, organ yang paling cepat rusak adalah otak karena dibanding oragn tubuh lain memiliki kandungan lemak paling tinggi.

Diduga, tengkorak dan otak ini miliki seorang pria yang berusia 26-45 tahun. Kepala pria ini diduga dipenggal setelah dihukum mati dengan cara digantung. (MI/RIZ)

Friday, April 8, 2011

uang darurat


Pernah digunakan sebagai uang darurat di jerman semasa pemulihan pasca Perang Dunia I. Saking daruratnya, uang dicetak juga dari alumunium foil, kain sutra, bahkan kartu remi sisa-sisa perang. Seorang kolektor pasti bakal berani membayar mahal untuk uang2 aneh ini, yang paling mahal adalah batu yang dicetak jadi uang koin pada masa tersebut.

aink kumaha aink sabodo aink


"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negaraku saja. Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku. Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah...................
diriku sendiri
.