Desember hari ke 29 tahun 2010,sekelompok pecinta alam mempersiapkan kegiatan pendakian ke gunung Gede….
07.46 WIB. Pada tanggal yang sama saya(Dugi) dan teman saya(Momenk) merapat kearah masjig Al-azim(Cigombong,Bogor) tuk bergabung melakukan persiapan pemberangkatan ke gunung Gede, disana sudah berkumpul para Langlang Buana(pecinta alam yang memiliki pikiran tuk menghabiskan waktu di penghujung tahun 2010). Jumlah mereka ada tujuh orang (Elani, Zia, liana, Indra, burhan, Asep, Dani) tidak lama kemudian merapat lagi adik angkatan saya yang telah lulus sekolah empat orang (Sabo, Kamal, Badot, Ati). Setelah berkumpul dan melakukan cek awal barang bawaan, tidak lama kendaraan pengangkut tiba di lokasi tim berkumpul, tim langsung mengepak barang-barang dan bergerak menuju Cibodas.
08.02 WIB. setelah kendaraan pengangkut tiba kami bergerak menuju daerah Cianjur tepatnya Cibodas(jalur awal pendakian). Ternyata di tengah perjalanan jumlah kami bertambah lima orang, mereka adalah salah satu teman dari adik angkatan saya yang telah lulus sekolah (Badot). Perjalanan sangat lancar karena supir kendaraan yang kami tumpangi hapal jalur tikus untuk menghindari kemacetan di penghujung tahun ini, walaupun ternyata kami sempat sedikit salah arah, tapi itu tidak berlangsung lama karena bapak supir langsung berinisiatif untuk putar haluan. Di perjalanan tepatnya jalur puncak cuaca sangat dingin dan berkabut, ketika sudah melawati puncak baru kabut mulai sedikit menghilang tapi udara masih tetap dingin. Pada saat masuk daerah Hanjawar ada sedikit insiden, kendaraan yang kami tumpangi di senggol oleh sepeda motor tapi segera masalah bisa diatasi. Lanjut lagi menuju Cibodas dan sampai juga di Cibodas dengan selamat.
11.58 WIB. kami sampai di cibodas, salah seorang rekan kami langsung melakukan perijinan ulang karena rencana kami berubah yang tadinya hanya satu malam dua hari berubah menjadi dua malam tiga hari dan juga bertambaha lima orang anggota baru. Saya sendiri dan teman angkatan saya makan siang dahulu di warung mang Kokom (murah sedap bersih tidak kalah oleh warung padang) dan sisanya melakukan pengecekan ulang peralatan yang akan kami bawa.setelah. Saya dan teman saya kembali merapat di lokasi turun dari kendaraan kami, teman saya (Momenk) bertemu dengan pendaki yang tidak lain adalah teman kita dikala ada kegiatan outdoor. Disini kami mendapat kabar bahwa Kandang badak suhunya mencapai dua derajat Juga angin atau dia katakana badai yang tidak berhenti selama dia berada di sana. sudah terbayang oleh saya bagai mana dinginya suhu di kandang Badak tersebut dan kondisi yang akan saya alami. Kembali kepada pengurusan ulang perijinan ini yang lumayan lama maka Tim sempat tuk melakukan makan siang dan shalat terlebih dahulu. Disela-sela itu kami melakukan rapat kecil untuk menentukan posisi tempat kita bermalam (Camp) dan siapa saja tim pendahulu dan siapa tim penyapu juga di mana kita beristirahat. setelah di tentukan camp pertama adalah Kandang Badak dan Camp kedua adalah aluna-alun Suryakencana, juga tim pertama/pendahulu adalah Badot juga Kamal dan tim penyapu adalah Momenk dan Sabo juga saya, dan sisanya merapat di tim pendahulu, nah untuk tempat istirahat prinsipnya adalah di mana kita letih di sana pula kita istirahat. Akhirnya Setelah surat perijinan keluar tim mulai bergerak menuju jalur pendakian
13.04 WIB. Surat perijinan kami selesai, setelah sebelumnya kami melakukan rapat kecil tuk memutuskan dimana camp pertama kami, kamipun bergerak menuju jalur pendakian. Tapi sebelumnya kami melapor dulu ke pos jaga untuk melakukan pengecekan ulang surat ijin dan pemberitahuan apa yang boleh dan tidak boleh di jaga selama pendakian ini. Selesai, timpun kembali bergerak menuju camp pertama. Perjalanan kami sangat santai atau terkesan lamban karena dari delapan belas orang hanya enam orang saja yang telah melakukan pendakian ini padahal jalur awal sangat bersahabat. Sebenarnya ini bukan masalah menurut saya entah apa saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini beda sekali dengan tahun-tahun sebelumnya atau mungkin memang fisik dari sebagian adik-adik saya sangat lemah ditambah beban yang ada di pundak mereka mungkin terlalu berat.
15.36 WIB. Kami berada di Telaga Biru, perhatikan jeda yang telah kami lalui hampir dua jam setengah kami baru sampai di Telaga Biru yang jaraknya tidak jauh dari jalur awal pendakian. Di Telaga Biru kami beristirahat karena telah memasuki waktu untuk shalat, kamipun melakukan shalat ashar terlebih dahulu, sebagian lagi ada yang membongkar logistik tuk memasak air panas karena ingin membuat kopi ada yang makan nasi bungkus yang kami bawa dari awal pemberangkatan tim berkumpul, ada juga yang yang menikmati keindahan danau dan sekitarnya dengan bernarsis ria. Setelah selesai timpun bergerak lagi menuju camp pertama
16.30 WIB. Kami melanjutkan perjalan menuju camp pertama (Kandang Badak), lihat jeda kami beristirahat satu jam kami beristirahat. Tapi memang kami tidak ada target harus sampai di mana dan jam berapa sampai itu tidak ada dalam rencana tim, sekali lagi saya tekankan kami hanya ingin menghabiskan waktu di penghujung tahun dengan menaiki gunung Gede. Dua orang (Kamal dan Badot) yang pernah melakukan pendakian berada di depan untuk menuntun adik-adiknya yang perdana ini. Saya sendiri dan dua orang teman saya (Momenk, Sabo) berada paling belakang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal di jalur ini. Awalnya perjalan kami beriringan tapi lama-kelamaan beberapa orang yang baru pertama kali melakukan pendakian ini terpisah dari tim pendahulu dan malah merapat ke tim penyapu tepatnya tiga orang tertinggal dibelakang jadi enam orang berjalan di belakang(termasuk tim penyapu). Dua diantara tiga orang yang merapat ke tim penyapu diibaratkan oleh teman saya seperti keong karena kalau berjalan sangat dan sangat lamban dan lebih sering beristirahat, kalau dua orang ini beristirahat mau tidak mau tim penyapupun ikut istirahat(sampai titik ini saya sudah kesal pada dua diantara tiga orang ini) akhirnya saya akali saja, satu orang saya “dorong-dorong” supaya berjalan sedikti cepat apa lagi waktu hampir gelap. Ketika gelap saya dan tim belum sampai di camp pertama sampai sungai yang mengalirkan air panaspun belum sama sekali. Di tengah perjalanan antara Telaga Biru dan Cipanas jumlah tim penyapu bertambah lagi dua orang lengkaplah sudah penderitaan tim penyapu. Setelah melewati Cipanas ternyata tim pendahulu beristirahat di pos yang ada. Setelah berkumpul semua tim melanjutkan perjalananan menuju camp yang telah direncanakan,tapi di tengah-tengah tepatnya Kandang Batu satu orang dari tim kami kecapean dan memutuskan untuk bermalam di sana dengan di temani oleh satu orang jadi dua orang bermalam di Kandang Batu sisanya saya yang memimpin untuk menuju camp satu (saya sudah tidak lagi menjadi tim penyapu, amin).
23.00 WIB. Tim sampai di Kandang Badak camp pertama yang telah kami rencanakan. Disini saya sampai lebih dahulu,karena sudah tidak sabar harus berjalan dibelakang tiga keong(teman angkatan saya menyebut keong karena tiga betina ini berjalan sangat lamban). Setiba disana saya dan teman-teman yang telah sampai beristirahat terlebih dahulu sejenak, tidak langsung mendirikan tenda. Selang beberapa menit Setelah semua tim kami berkumpul baru kami mendirikan tenda(empat tenda kami dirikan). Tetapi di camp pertama kami jumlah tim berkurang dua orang seperti yang telah saya ceritakan di atas kenapa mereka harus bermalam. Kembali lagi ke Kandang Badak, setalah mendirikan tenda kami membongkar logistik untuk mengisi energi yang telah terkuras selama perjalanan menuju camp pertama kami, kami memasak nasi, juga lauk pauknya setelah menyantap makan malam saya membuat hidangan penutup agar-agar ya saya membuat agar-agar (maaf kalau tidak manis). Setelah selesai makan minum timpun beristirahat untuk melanjutkan perjalanan menuju camp kedua yang telah di rencanakan yaitu alun-alun Suryakencana diesok harinya. Di camp pertama mulai terasa cuaca yang diceritakan pendaki yang telah turun siang tadi,angin besar tidak henti-henti tapi untung kami tidak diberikan hujan.
11.32 WIB. Tapi sebelumnya pagi-pagi tim sudah terbangun untuk membuat sarapan dan membongkar tenda yang semalam tim dirikan. Di Kandang Badak sumber air sangat melimpah dan suhu pagi hari sangat berbeda dengan malam hari, tapi kami tidak melihat matahari, matahari masih malu untuk menunjukan wujud aslinya. Setalah mengisi energy tim bersiap menuju camp dua. Sebelum bergerak menuju camp dua, kami sempat menunggu dua orang dari tim kami yang bermalam di Kangdang Batu. Ada sedikit kekawatiran jika ternyata dua orang itu malah turun lagi kejalur pemberangkatan kami karena ada sebagian logistic tim yang beada diantara dua orang tersebut. Setelah menunggu sekitar dua puluh menit mereka belum datang juga akhirnya tim memutuskan untuk meninggalkan dua orang tersebut. Timpun bergerak menuju camp dua(sebelum bergerak tim melakukan pembersihan sampah disekitar camp yang kami dirikan). Perjalanan menuju camp dua sama seperti yang telah sampaikan diatas sangat lamban, dihari kedua saya dan Kamal menjadi tim pendahulu, perjalanan kami di iringi hembusan agin yang tiba-tiba besar dan hilang begitu seturusnya juga ditemani oleh kabut yang tidak hilang-hilang apalagi setelah melawati tanjakan yang biasa para pendaki bilang tanjakan Setan(apa tidak ada yang lebih seram??)perjalanan lebih sering beristirahat dari pada bergerak, ditambah kami kadang-kadang diguyur hujan yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba pula hilang. Sampailah tim pertama di bibir kawah pada bibir kawah Gede(belum sampai pada puncak tertinggi gunung Gede) seluruh anggota tim beristirahat sambil menunggu seluruh anggota tim merapat sebagian membongkar logistic ringan karena sudah letih dan juga untuk isi ulang energy. Pada lokasi ini dua orang yang bermalam di kandang Batu tersebut merapat. Hilanglah kekawatiran saya, karena logistic yang saya takutkan terbawa kalau dua orang ini tidak jadi naik ke puncak. Setalah seluruh anggota tim merapat kami melakukan isi ulang energy dengan makan makanan ringan setelah selesai akhirnya kami lanjutkan untuk menuju camp kedua kami yaitu alun-alun Suryakencana. Mulai dari sini cuaca sedikit tidak bersahabat angin sangat besar yang bisa menggoyahkan langkah saya juga tim, ditambah kabut tebal dan hujan yang sedikit menggangu perjalanan. sampai kawah gunung Gede pun tidak terlihat sama sekali. Pergerakan tim mulai berjalan beriringan lagi, saya berinisiatif untuk berjalan lebih dahulu sampai kepuncak, di sini ada yang aneh dari anggota tubuh saya tangan saya berwarna merah dan seperti di tusuk-tusuk oleh jarum. Lambat laun anggota tim mulai sampai puncak dan saya intruksikan untuk turun dengan di pimpin oleh Kamal, saya sendiri masih berada di puncak dengan kondisi kabut angin dan hujan yang besar, hanya untuk memastikan semua tim sampai di puncak Gede dan berniat membantu dua keong (terimakasih kepada Momenk yang dengan sabar menuntun salah satu keong menuju puncak Gede) niat saya ingin menggendong keong tersebut karena saya tidak sabar melihat pergerakannya……
16.09 WIB. Tim tiba di camp dua, alun-alun Suryakencana. Kondisi cuaca masih terbilang belum bersahabat dengan angin besar kabut tebal turun hujan juga turunya suhu tubuh. Tim tetap bersemangat mencari lokasi untuk membuat tenda dan mendirikan tenda (maaf untuk tetangga yang tidak kebagian tempat karena kondisi kami yang sudah letih) Setalah menemukan lokasi yang tepat timpun mendirikan tenda dan beristirahat. Entah karena cuaca dingin angin sangat besar juga kabut yang sangat tebal dan di guyur hujan tim beristirahat terlalu pulas, sampai-sampai yang rencananya kaum hawa akan memasak nasipun beristirahat sangat pulas termasuk saya. kami lupa untuk isi ulang energy (padahal tim tidak makan siang) baru pada pukul dua malam saya terbangun karena mendengar ada kehidupan di luar tenda. Ternyata pada jam sebelumnya saya di bangunkan tapi tidak terbangun, orang yang membangunkan saya itu membangunkan saya pada pukul dua belas, dia bangun lebih awal dan berinisiatif untuk memasak (atau karena gerombolan cacing-cacing di perutnya telah melakukan demo besar-besaran?!) ketika saya terbangun yang dikarenakan ada kehidupan di luar tenda juga aroma yang mengganggu dan ketika terbangun sudah ada nasi hangat sosis goreng ayam goreng sambel goreng (mantab). Jadilah tim makan siang dan makan malam pada pukul dua dini hari (digabungkan).setelah itu saya tidak dapat tertidur hingga jam enam pagi, kondisi cuaca masih belum bisa di katakana bersahabat. Paginya ketika tim mulai terbangun mata saya yang terserang rasa kantuk berat diputuskan untuk tidur. Jam Sembilan pagi saya bangun dari tidur saya (kondisi masih belum bersahabat) saya putuskan untuk melihat alun-alun dari luar tenda dan melihat sumber air (sumber air sangan melimpah pada saat kami melakukan pendakian). Setelah berlama-lama di tenda akhirnya kami putuskan untuk turun karena menunggu cuaca yang masih belum bisa kami pastikan kapan membaik. Ternyata di pagi hari sudah ada teman saya yaitu Kamal(tim pendahulu) yang telah turun terlebih dahulu dengan alasan hendak melakukan shalat Jumat(ternyata engkau bukan pendekar yang lalim)
14.38 WIB. Hari ketiga pendakian, setelah tim melakukan isi ulang energi tim membongkar tenda untuk persiapan menuju jalur pulang yaitu bergerak untuk turun kejalur Gunung Putri, jalur pulang tim yang telah di rencanakan. Perjalanan melintasi alun-alun masih di temani oleh kabut tebal angin besar dan sedikit hujan. Kamipun belum dapat melihat wujud asli matahari dihari terakhir kami, tim dapat merasakan hangatnya sinar matahari pada hari kedua dan itupun hanya beberapa detik saja. Seperti biasa tim bergerak beriringan tapi lama-kelamaan tim mulai terpisah, ketika sudah hendak masuk batas hutan timpun mulai berpisah (saya katakn berpisah karena mereka bergerak cepat meninggalkan tim penyapu dengan angat cepat) sudah tidak berjalan rapat mungkin karena semua orang sudah rindu oleh hangatnya selimut dan empuknya kasur di rumah masing-masing. Tapi tetap saya dan dua orang teman saya masih menjadi tim penyapu dan tidak lupa di tambah tim keong, tapi di sini tim keong berkurang hanya satu orang saja. Akhirnya saya putuskan untuk sedikit berjalan lebih cepat setelah berpamitan dengan dua orang teman saya dan satu orang “keong” karena saya merasa dua orang laki-laki cukup untuk mengatasi satu orang “keong”. Dasar sial di tengah perjalanan saya bertemu dengan salah satu “keong” yang menemani saya selama di jalur pemberangkatan, malah di tambah manusia setengah “keong” hendak ditinggal saya tidak tega karena mereka baru pertama melakukan pendakian ke gunung Gede ini. Saya lupa di tambah satu orang yang rindu kasur, akhirnya saya berjalan bersama satu orang “keong” satu orang setengah “keong” yang bau ompol dan satu orang yang rindu kasur, bisa anda bayangkan yang satu lambat yang satu setengah lambat yang satu lagi ingin pulang cepat. Beberapa kali saya dan tiga orang ini melakukan istirahat di karenakan mereka letih, dan juga jarak saya dan tim penyapu terlalu jauh. Hanya di setiap shelter saja saya dan ketiga mahluk ini istirahat. Di shelter ketiga atau keempat tim penyapu merapat dengan saya jadi jumlahnya adalah tujuh orang yang sisanya saya kira telah merapat dengan tim pendahulu. Sebelum shelter terakhir saya dan orang yang rindu rumah sedikit berjalan cepat dan meninggalkan tim penyapu dengan tiga “keong”nya (jasamu abadi, Momenk, Sabo), saya bergerak lebih cepat lagi setelah melewati pos terakhir dan melewati tembokan atau teman-teman saya bilang gerbang pos, karena saya tidak mau kena gelap di hutan atau di kebun. Tapi ternyata ketika di gerbang pun saya sudah merasakan waktu malam yang tidak lama lagi datang. Ternyata saya menggunakan alat penerangan ketika masuk ke daerah perkebunan yang saya takutkanpun terjadi jalur perkebunan membuat saya pusing karena banyak jalan dan saya bingung. Dengan sedikit keyakinan saya dan adik saya menemukan jalur yang kami yakini adalah jalur menu jalan aspal di mana kami akan di jemput. Di tengah jalan saya dan adik saya melintasi sungai sejenak saya melepaskan dahaga sambil membersihkan sepatu, kaki juga anggota tubuh kami yang lain sekaligus melihat-lihat apa ada binatang yang menempel pada anggota tubuh kami. Setelah segar dan bersih saya dan adik saya melanjutkan perjalanan (masih di jalur kebun). Sedangkan tim penyapu belum terlihat pergerakannya, karena saya belum melihat ada cahaya di belakang. Saya yakin mereka masih jauh di belakang saya. Akhirnya kami sampai di pos penjaga disana tim pendahulu sudah tiba dan sedang duduk santai ada juga yang sedang menikmati roti tawar di campur susu kental manis. Pas jumlah mereka sebelas orang di tambah saya dan orang rindu rumah juga tim penyapu lima orang yang sampai saya disana belum ada tanda-tandanya. Sayapun memberikan surat ijin dan memberitahukan masih ada lima orang lagi dari tim kami yang masih belum turun. Setelah menunggu beberapa menit saya sedikti kawatir,akhirnya saya susul mereka. Amin saya bertemu di kebun setelah sungai jadi jarak kami menuju pos tidak terlalu jauh lagi. Setalah berkumpul seluruh anggota tim pendakian. kamipun merapat menuju kendaraan angkut kami(ternyata kendaraannya sudah datang dari jam sepuluh siang)
19.03 WIB. Tim sampai pada titik akhir pendakian, Gunung Putri. Sampai titik ini saya bisa katakan pendakian ini berjalan lancar dan SUKSES karena anggota tim tidak berkurang juga tidak lebih pas DELAPAN BELAS dan tidak ada yang sakit. Sebelum kami benar-benar bisa pulang kami melaporkan dulu ke pos pendakian seperti yang telah di ceritakan di atas. Semua beres kami merapat kealat angkut kami, tapi sebelumnya tim di wajibkan mengganti pakaian yang mereka kenakan denga pakaian yang kering juga tim di wajibkan makan terlebih dahulu karena untuk mengganti energy juga mengingat perjalanan yang di kawatirkan macet dan dingin. Setelah mengepak barang tim mulai bergerak untuk pulang kerumah masing-masing, dan bum ternyata benar jalur pulang kami tidak bisa di lewati karena kendaraan yang sangat padat jadi kami memutar melalui jalur Cianjur-Sukabumi-Bogor, yang seharusnya jalur yang kami lalui adalah Cianjur-Bogor otomatis waktu perjalanan tambah lama. Di tengah perjalanan kami tepatnya di kota Sukabumi kamipun terjebak macet, setelah melewati kemacetan lima orang turun di kota Sukabumi mereka hendak langsung pulang naik bis menuju Jakarta(teman Badot). Akhirnya kami sampai di daerah Bogor kira-kira pukul satu dini hari satu-satu adik-adik saya turun di pinggir jalan untuk pulang. Dan saya Momenk juga sabo orang yang terakhir meninggalkan kendaraan itu menuju kasur empuk dan selimut hangat……………….the end zzZt zzZt zzZt
Cacatan ini untuk kalian TUJUH orang pendaki,tim pendahulu, tim penyapu, para senior-junior yang selalu mendukung dalam hal apapun untuk pendiri kami juga untuk keluarga besar yang bergabung dalam KPA LANGLANG BUANA. Canda tawa susah senang bersamamu (santini ketan).